- Pekan Gawai Dayak XL 2026 Dimulai, Teofelus Boni Ajak Kaum Muda Jaga Marwah Adat
- AJI Pontianak Desak Pemerintah Maksimalkan Diplomasi untuk Bebaskan Jurnalis Indonesia
- DPR Bahas RUU Desain Industri, Golkar Tekankan Perlindungan UMKM, IKM, dan Desainer Lokal
- Penetapan Tersangka terhadap Masyarakat Adat Penolak Aktivitas Tambang NHM Melanggar HAM
- Refleksi 13 Tahun Putusan MK 35, AMAN Kalsel Desak Pemerintah Percepat Penetapan Hutat Adat
- Pasien Terinfeksi Virus Hanta Meninggal Seusai Sehari Dirawat di Kalbar
- Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Terus Diperkuat di Kalteng
- Asik Nonton Pasutri Diserang Pemuda hingga Tewas di Kapuas Hulu
- Uskup Palangka Raya Grogi saat Misa Syukur Pesta Perak
- Hingga Maret 2026, anggaran MBG di Kalteng sudah mencapai Rp73 miliar
Pasien Terinfeksi Virus Hanta Meninggal Seusai Sehari Dirawat di Kalbar

LEGIO.ID, PONTIANAK - Pasien terinfeksi virus hanta meninggal dunia setelah sehari dirawat di salah satu rumah sakit di Kalbar.
Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Maret 2026.
Baca Lainnya :
- Contoh judul berita online nyata terpercaya0
- Contoh judul berita online nyata terpercaya0
- Contoh judul berita online nyata terpercaya0
- Contoh judul berita online nyata terpercaya0
- Contoh judul berita online nyata terpercaya0
“Pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi umum yang sangat buruk. Sudah terjadi ikterik atau tubuh menguning, mengalami anuri atau tidak ada air kemih, serta demam tinggi yang sudah berlangsung selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson disadur dari Tribun Pontianak, Senin 11 Mei 2026.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merilis perkembangan kasus virus hanta di Indonesia melalui kanal media sosial resminya.
Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 23 kasus virus hanta telah terkonfirmasi di Indonesia, dan satu kasus berasal dari Kalimantan Barat.
“Iya, ditemukan satu kasus virus Hanta di Kalbar. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalimantan Barat,” ucap Harisson.
Warga diminta menghindari makanan atau barang yang berpotensi terkontaminasi liur, urine, maupun kotoran tikus.
Harisson menerangkan, gejala yang umumnya dialami pasien terinfeksi hantavirus meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, gangguan ginjal, hingga riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tercemar.
Dalam penanganan medis, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan riwayat paparan, pengecekan tanda vital, pemeriksaan laboratorium, hingga skrining PCR atau serologi bila tersedia.
Meski sebagian besar virus hanta tidak mudah menular antar manusia, penerapan kewaspadaan tetap dilakukan di fasilitas kesehatan. Pasien dengan gejala berat ditempatkan di ruang isolasi, sementara tenaga medis wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai tingkat risiko.
Selain itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan setiap kasus suspek maupun terkonfirmasi kepada dinas kesehatan guna mendukung proses surveilans dan pelacakan sumber paparan lingkungan.
Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin mencuci tangan, menghindari kontak langsung dengan tikus, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang tercemar.
Ia menegaskan, penanganan kasus virus hanta di Kalbar telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Kementerian Kesehatan dan tata laksana infeksi zoonosis.
Menurut Harisson, penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi pasien, terapi suportif, hingga pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan.
“Penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi, terapi suportif, serta pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan,” ujarnya.
Tanda-Tanda Terkena Virus Hanta
Menurut Sekda Kalbar Harisson, gejala yang umum dialami pasien terinfeksi hantavirus antara lain:
Demam tinggi
Nyeri otot
Sakit kepala
Mual dan muntah
Sesak napas
Gangguan ginjal
Memiliki riwayat kontak dengan tikus, urine, kotoran tikus, atau lingkungan tercemar.
Sumber: Tribun Pontianak
Foto: Ilustrasi






.jpg)
