- Pekan Gawai Dayak XL 2026 Dimulai, Teofelus Boni Ajak Kaum Muda Jaga Marwah Adat
- AJI Pontianak Desak Pemerintah Maksimalkan Diplomasi untuk Bebaskan Jurnalis Indonesia
- DPR Bahas RUU Desain Industri, Golkar Tekankan Perlindungan UMKM, IKM, dan Desainer Lokal
- Penetapan Tersangka terhadap Masyarakat Adat Penolak Aktivitas Tambang NHM Melanggar HAM
- Refleksi 13 Tahun Putusan MK 35, AMAN Kalsel Desak Pemerintah Percepat Penetapan Hutat Adat
- Pasien Terinfeksi Virus Hanta Meninggal Seusai Sehari Dirawat di Kalbar
- Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Terus Diperkuat di Kalteng
- Asik Nonton Pasutri Diserang Pemuda hingga Tewas di Kapuas Hulu
- Uskup Palangka Raya Grogi saat Misa Syukur Pesta Perak
- Hingga Maret 2026, anggaran MBG di Kalteng sudah mencapai Rp73 miliar
Pekan Gawai Dayak XL 2026 Dimulai, Teofelus Boni Ajak Kaum Muda Jaga Marwah Adat

*PONTIANAK* – Kemeriahan seni dan budaya kembali mewarnai Kota Pontianak. Event Budaya tahunan, *Pekan Gawai Dayak (PGD) XL Tahun 2026*, saat ini sedang berlangsung dan kembali berpusat di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir Pontianak.
Gelaran budaya terbesar di Kalimantan Barat ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu (20/5/2026) dan dijadwalkan akan berlangsung hingga Senin (25/5/2026) mendatang.
Baca Lainnya :
- AJI Pontianak Desak Pemerintah Maksimalkan Diplomasi untuk Bebaskan Jurnalis Indonesia0
- Penetapan Tersangka terhadap Masyarakat Adat Penolak Aktivitas Tambang NHM Melanggar HAM0
- Refleksi 13 Tahun Putusan MK 35, AMAN Kalsel Desak Pemerintah Percepat Penetapan Hutat Adat0
- Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Terus Diperkuat di Kalteng0
- Asik Nonton Pasutri Diserang Pemuda hingga Tewas di Kapuas Hulu0
Pelaksanaan PGD ke-40 ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan Barat.
Koordinator Biro Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, *Teofelus Boni*, juga menyatakan dukungannya atas event ini sekaligus memberikan pesan mendalam bagi generasi muda.
### Sarana Edukasi Tradisi bagi Generasi Muda
Boni mengajak seluruh kaum muda Dayak, khususnya para mahasiswa Dayak yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Kota Pontianak, untuk dapat terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, PGD bukan sekadar pesta rakyat, melainkan momentum emas untuk berefleksi dan melestarikan warisan leluhur.
> "Kami berharap para pemuda/i Dayak menjadikan momen ini sebagai sarana untuk lebih mendalami adat, kesenian, dan tradisi suku Dayak yang sangat kaya akan keberagaman di Kalimantan Barat ini," ujar Boni saat memberikan keterangan.
### Himbauan : Jaga Kamtibmas dan Hormati Aturan
Di sisi lain, Boni juga memberikan perhatian khusus terkait ketertiban dan keamanan selama event berlangsung. Ia mengimbau agar seluruh pemuda/i Dayak menghormati dan mematuhi aturan serta himbauan yang telah ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain:
* *Larangan menjual / mengedarkan minuman keras (miras) dalam bentuk kemasan Kampel / Botol diluar ketentuan.
* *Tidak mengonsumsi minuman tradisional secara berlebihan* hingga menyebabkan sakit/mabuk.
* *Menghindari perselisihan* dan potensi perkelahian fisik.
Boni mengingatkan bahwa marwah kebudayaan Dayak dipertaruhkan dalam event besar ini. Perilaku negatif sekecil apa pun dapat berdampak buruk pada citra masyarakat adat secara keseluruhan. Termasuk dalam pergaulan muda mudi, tetap saling menjaga dengan mengedepankan etika dan moralitas kita sebagai orang yang beradat.
> "Ini event besar yang merepresentasikan kaum kita, jadi jangan kita sendiri yang justru mencorengnya," tegas Boni menutup imbauannya.
Melalui gelaran Pekan Gawai Dayak XL ini, diharapkan tidak hanya kelestarian budaya saja yang terjaga, namun juga pembuktian kepada publik bahwa pemuda/i Dayak adalah generasi yang tertib, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik daerah sekaligus menjadi Duta yang senantiasa mempromosikan kekayaan budaya, keramahan serta semangat toleransi yang selama ini di junjung tinggi.





.jpg)
